Waspadai Penyakit Kronis saat Mudik

Waspadai Penyakit Kronis saat Mudik

MUDIK merupakan budaya bagi masyarakat Indonesia, khususnya jelang lebaran. Tujuan utamanya, tentu bisa silaturahmi dengan keluarga besar ataupun kerabat.

Namun selama pulang ke kampung halaman, para pemudik juga punya risiko terkait masalah kesehatan. Misalnya saja seperti kekambuhan dari penyakit kronis yang pernah dialami. Hal inipun seperti yang diungkapkan Dr.dr. H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, FINASIM,FACP.

“Berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan saat mudik. Perjalanan mudik biasanya tidak bisa diprediksi waktu tempuhnya. Sehingga kondisi yang tidak menentu ini bisa mencetuskan berbagai penyakit  kronis. Kondisi lelah dan waktu yang tidak jelas untuk sampai di tempat tujuan apalagi disertai kondisi stress selama perjalanan akan menyebabkan kambuhnya penyakit kronik,” ujarnya melalui rilis yang diterima Okezone, belum lama ini.

Lebih lanjut, praktisi kesehatan itu mencontohkan bahwa pasien hipertensi juga bisa berisiko kambuh selama mudik. Begitupula dengan penderita diabetes ataupun penyakit lain. Karenanya, penting bagi pemudik untuk mewaspadai berbagai penyakit kronik yang bisa saja kambuh selama pulang ke kampung halaman.

“Pasien dengan hipertensi bisa saja tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol. Begitu pula pasien dengan kencing manis, pasien dengan  sakit maag, penyakit asma dan berbagai penyakit kronis lain. Belum lagi cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas juga merupakan faktor yang bisa memperburuk keadaan,” tutupnya. (fik)


View the original article here

Penyakit-Penyakit Kronis Muncul Akibat Stres Kronis

Penyakit-Penyakit Kronis Muncul Akibat Stres Kronis

JANGAN pernah sepelekan stres yang datang. Pasalnya, stres berkepanjangan bisa mengantarkan pada risiko berbagai penyakit kornis.

Berikut beberapa penyakit kronis yang muncul akibat Anda menderita stres kronis, seperti dilansir Boldsky, Jumat (18/7/2014).

Hipertensi

Saat stres terjadi peningkatan pada adrenalin yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Ketika hal ini sering terjadi, maka tekanan darah akan meningkat secara permanen. Untuk diketahui, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke dan gagal jantung.

Penyakit jantung

Stres dapat mengakibatkan jantung bekerja lebih keras. Stres yang kronis bisa meningkatkan denyut jantung seperti dampak dari merokok.

Diabetes

Stres dapat memengaruhi kadar glukosa di dalam darah. Ketika stres terjadi secara teratur, maka seseorang sangat berisiko terkena penyakit diabetes. Ini merupakan salah satu dampak stres yang sering terabaikan. (fik)


View the original article here

Stres Kronis Picu Sakit Kepala & Maag

Stres Kronis Picu Sakit Kepala & Maag

HAMPIR semua orang berisiko mengalami stres karena tekanan pekerjaan ataupun masalah pribadi. Hal ini tentu tidak boleh diabaikan begitu saja.

Stres yang datang berulang bisa memperparah kondisi tubuh. Berikut beberapa masalah yang ditimbulkan akibat stres, sebagaimana dilansir Boldsky, Jumat (18/7/2014).

Sakit kepala

Stres dapat menyebabkan sakit kepala dan nyeri di punggung bawah, leher, dan bahu. Memang, tidak diketahui penyebab pastinya, tetapi para ahli mengatakan hal itu karena memengaruhi saraf atau perubahan di otak.

Kekebalan rendah

Pada masa stres, tubuh memroduksi kortisol dan corticoids. Ketika Anda mengalami stres kronis, hal tersebut akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap flu dan demam ketika Anda stres.

Masalah asam lambung dan radang usus

Adrenalin yang meningkat secara tiba-tiba menyebabkan produksi asam lambung berlebih dalam perut. Ketika stres sering terjadi, hal ini bisa memicu radang usus.

Masalah kulit

Stres dapat memicu hormon tubuh untuk memroduksi minyak secara berlebihan oleh kelenjar sebaceous. Minyak yang berlebihan pada kulit akan menyebabkan jerawat, ruam, dan alergi. (fik)


View the original article here